Terima Kasih telah membaca Blog ini, semoga bermanfaat bagi anda dan memberikan inspirasi bagi semua.

Minggu, 20 Februari 2011

Untitled (dadakan semalam)


Dalam tenang ku berkecamuk.
Selembar kertas dan sebuah pena, saat ini adalah teman.
Dalam relung hati yang paling dalam, kumulai menggoreskan pena tersebut
Dan merangkai kata demi kata.

Ya, kini telah menjadi sebait kalimat. 
Kemudian hatiku berontak.
Dengan lantang ia meraung seperti singa.
“apa hanya ini saja yang dapat kau berikan?”
 Lanjutnya,”apa ia mau menerima semuanya termasuk dirimu?”
  
Otakkupun mulai putus asa.
Akalku sudah mulai hilang.
Tanpa sengaja kuberdiri dan berteriak lantang.
         “inilah diriku! Aku serba dalam kekurangan. Inilah yang dapat kupersembahkan untuk yang tersayang. 
          Inilah jiwa dan ragaku hanya untuk kau bidadari kecilku.”

 
Suasana pun hening.
Aku menengadah dalam kebimbangan.
Oh, Isthar yang Agung.
Petikanlah dawai-dawai cinta dari surga, agar jiwa-jiwa yang penuh keangkuhan ini lebur menjadi butiran pasir halus didalam indahnya sungai Nil yang bertaburkan emas pada malam ini.


(18 februari 2011)

Senin, 07 Februari 2011

Untukmu Ibu 2

Indah saat bersama..
dan merasa terpukul saat aku jauh darimu.

Ibu,,anakmu ini belum bisa berbakti kepadamu...
Tapi anakmu ini sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyenangkanmu.

Dihari ini..tepat detik ini...
Anakmu yang telah dewasa kini meneteskan air mata,
hanya untuk memohon kepada Ilahi supaya memberikan
kesehatan selalu padamu..

Ibu...Ibu...Ibu....
Anakmu ini akan selalu sayang Kepadamu...

Selamat Hari Ibu...Ibuku.....

Reza Febrian Prasetyo
*Hari Ibu 22 Des 2010

Lepas Darimu

Musim ini kucukupkan untuk melepaskanmu.
Kuberharap, doa-doaku dapat terbang,
bersama burung bul-bul yang mengiringi,
Terbenamnya sang Raja Hari.
Dimana esok pasti akan ada kehidupan yang lebih baik.

Dalam keheningan aku terdiam sejenak.
Kumemohon Kepada-Mu Sang Arif.
Bebaskanlah jiwa-jiwa yang sedang terbelenggu
dalam alunan-alunan dawai diNeraka.

Reza Febrian Prasetyo