Sepasang mata indah itu,
hanya milikmu.
Senyum yang indah itu,
hanya milikmu.
Langkah kaki yang anggun itu,
hanya milikmu.
Dan sampai engkau tertidur lelap selamanya,
Engkau dapat melalui lembah sungai Nil yang bertaburkan emas,
penuh gemerlap berlian, menuju keabadian,
hanya milikmu.
Ibu, aku bersujud kepadamu.
Aku menangis meronta didalam pelukanmu.
Ibu, kau ajarkan aku bagaimana dapat mencapai sesuatu.
Kau ajarkan kebijaksanaan, Kau ajarkan segalanya.
Ibu, aku merasa terkoyak saat kau sedih.
Ibuku,putramu kini telah tumbuh dewasa.
telah belajar dari berbagai hal.
Dari yang baik dan yang buruk,
tapi putramu ini masih membutuhkan bimbingan.
Masih memerlukan dirimu seperti bayi yang menyusu pada Ibunya.
Pada Hari ini, tepat detik ini, aku bersimpuh kepadamu.
Aku menumpahkan isi perasaanku ini.
Ibu, terimalah persembahan yang tak berharga dari putramu ini.
dan ini semua tak ada bandingannya daripada jerit payahmu selama ini,
IBU............
Reza Febrian Prasetyo
(*2009-malam hari Ibu)